MEDAN - Seorang calon penumpang Lion Air mengamuk dan memecahkan kaca loket penjualan tiket Lion Air di Bandara Polonia Medan, kemarin.
Pria bernama P Manalu itu marah karena pihak Lion Air menyatakan bahwa 19 tiket yang dibelinya adalah palsu.
Menanggapi kasus tersebut, Lion Air Medan mengaku sedang menelusuri kasus tiket palsu tersebut. Karena berdasarkan data mereka, tiket tersebut memang tidak terdaftar. Selain itu, juga terjadi beberapa kejanggalan terhadap tiket tersebut.
"Kita sudah mengkoordinasikannya ke Jakarta dan sedang menunggu jawaban bagaimana bisa tiket itu keluar. Karena dari data kita, tiket tersebut hanya sebatas booking dan belum dibayar penuh. Masa bookingnya juga sudah habis pada 13 Desember 2010 lalu," jelas Station Manager Lion Air Medan Effendi, Selasa (4/1/2011).
Selain itu, ditambahkan Effendi, nama penumpang yang terdapat dalam data booking tersebut hanya berjumlah delapan orang, yang berbeda dengan pengakuan korban. Harga tiket yang disampaikan korban juga lain, yakni sekira Rp1,2 juta karena bertepatan dengan libur pergantian tahun, bukan Rp 483 ribu.
Korban P Manalu bersama keluarganya seharusnya berangkat ke Jakarta dari Bandara Polonia, dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 209, sekira pukul 21.00 WIB. Namun, saat akan check in, petugas tiket menyatakan bahwa tiket yang dipesannya sejak sebulan lalu itu adalah palsu.
Saat ini, kasus tersebut sudah diserahkan kepada Polsek Medan Baru untuk ditindaklanjuti. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kasus tersebut terkait dengan sindikat pemlasuan tiket yang pernah ditangkap beberapa waktu lalu.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)