SIDOARJO - Bayi yang baru dilahirkan dibuang di semak-semak dekat Perumahan Lajola, jalan masuk dari Jalan Lingkar Timur ke Desa Kemiri, Kecamatan Kota Sidoarjo, Senin (10/1) malam. Bayi tersebut ditemukan oleh Jamhari (52), warga RT 8 TW 3 Desa Kemiri yang kebetulan melintasi jalan itu.
Saat ditemukan, kondisi bayi telungkup di dalam tas berwarna pink dan tas dalam keadaan tertutup.
"Kalau terlambat sedikit saja ditemukan, bayi itu bisa mati karena kondisi tas ditutup. Beruntung pak Jamhari lewat dan menemukannya," ujar Kepala Desa Kemiri, Suharto, Selasa (11/1).
Menurut pengakuan Jamhari, malam itu sekira pukul 22.00 WIB dia baru saja pulang dari rumah kerabatnya. Dari kejauhan lewat sorot lampu motor yang digunakan dia melihat tas berwarna pink dekat semak-semak.
"Lalu saya berhenti dan saya angkat tas itu kok berat. Langsung saya bawa ke rumah Pak Kades," ujarnya.
Di rumah Kades, tas itu langsung dibuka dan ternyata di dalam tas itu ada bayi dalam kondisi telungkup dengan beralaskan beberapa pakaian yang diduga milik ibunya. Di dalam tas itu ada kimono warna kuning, kerudung warna putih, dan kaos oblong pria warna coklat.
Melihat kondisi bayi yang memprihatinkan, Siti Maimunah istri Kades langsung memberinya minum susu. Bayi juga dibalut baju bayi yang diberi oleh tetangga Kades.
Bukan hanya itu, bayi juga masih terbalut ari-ari yang menjadi satu dalam tas tersebut. "Sepertinya baru dilahirkan. Lha wong ari-arinya saja masih menempel," ujar Suharto.
Oleh Suharto, ari-ari bayi itu dipotong dan langsung ditanam disamping rumahnya. Hampir semalaman, penemuan bayi itu menjadi tontotan warga Kemiri yang ingin melihat kondisi bayi. Banyak di antara warga yang ingin mengasuh sendiri bayi tersebut.
Termasuk Suharto dan Mainumah. Keduanya bersedia untuk mengadopsi bayi itu, karena ketiga anaknya sudah besar. "Tapi kata petugas dari Dinas Sosial yang datang ke sini, untuk adopsi bayi ada prosedurnya," keluh Suharto.
Dia mengaku, sampai Selasa (11/1) pagi sudah ada sekira 20 orang yang berniat untuk mengadopsi anak tersebut. Untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi, petugas dari Polsek Kota Sidoarjo langsung membawa bayi ke RSUD Sidoarjo.
"Kita cek kondisi kesehatan bayi, sekaligus polisi masih menyelidiki siapa orang tua bayi itu," ujar seorang petugas dari Polsek Kota Sidoarjo.
Saat bayi dibawa ke RSUD Sidoarjo, Siti Maimunah, istri kades ikut serta dengan polisi. Dia ingin memastikan kondisi bayi, karena sejak berada di rumahnya bayi itu diberi minum susu kemasan.
"Saya tidak tega melihat bayi ini. Bayinya ganteng, kok tega orang tuanya membuang bayi ini," ujar Maimunah.
(Lusi Catur Mahgriefie)