BRUSSELS - Uni Eropa bersama Amerika Serikat (AS) untuk kali pertama memberikan sanksi kepada Presiden Suriah, Bashar Al Assad. Sanksi ini bertujuan agar pemerintah menghentikan kekerasan terhadap para demonstran.
Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussel,Belgia, juga sepakat memberikan sanksi terhadap sembilan pejabat terdekat Assad. Sanksi tersebut berupa pembekuan aset dan larangan berkunjung.
"Memberikan sanksi kepada Assad adalah tindakan yang baik," ujar Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Seperti dilansir UPI, Selasa (24/5/2011).
Selain itu, sanksi untuk 13 pejabat senior yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap demonstran di Suriah juga telah disetujui.
Aktivis HAM menyatakan, lebih dari 850 orang terbunuh dan ribuan lainnya ditahan dalam serangkaian demonstrasi.
Rezim juga mengerahkan angkatan bersenjata untuk membungkam para pembangkang. Aparat keamanan tak segan melepaskan tembakan ke puluhan warga sipil.
Sementara itu, Pemerintah Suriah menuduh para demonstran bersenjata menyulut kerusuhan, membunuh 100 aparat keamanan. Namun dalam komentarnya di surat kabar al Watan, Assad mengaku, aparat keamanannya sering salah bertindakkarena kurang berpengalaman.
(Rani Hardjanti)