JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terhadap semangat pemilih untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum semakin menurun. Setidaknya, 75 persen rakyat tak tertarik lagi dengan partai.
"Para kader itu menyumbang semangat emoh partai terhadap pemilu. Emoh partai ini tingkat partisipasinya sangat tinggi, sekira 75 persen. Yang artinya rakyat kita tidak patuh untuk diminta ikut pemilu," ungkap Guru Besar Psikologi Politik Fakultas Psikologi UI Hamdi Muluk di Kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2011).
Keengganan pemilih terhadap partai disebut dengan emoh partai. Tingginya tingkat emoh partai dari masyarakat disebabkan imej buruk partai dan kadernya yang bekerja di legislatif dan eksekutif. Kemudian keengganan pemilih untuk menggunakan haknya dikarenakan tidak ada lagi partai yang layak dipilih.
"Para kader partai baik yang di legislatif maupun di eksekutif, saya kira menyumbang terhadap semangat emoh partai," ucapnya.
Kemudian partai tidak serius untuk membuat identitas berdasarkan ideologi yang jelas dan berbeda dengan partai lainnya. "Untuk Indonesia sekarang, idealnya cukup dengan tiga hingga lima partai saja," sebutnya.
Lebih lanjut, dalam survei LSI, jika masyarakat diminta untuk menggunakan hak pilihnya sekarang, sebesar 54,9 persen tidak menggunakannya haknya atau tidak tahu. Sementara hanya 45,1 persen yang siap memilih.
(Hariyanto Kurniawan)