JAKARTA – Belakangan ini aparat kepolisian kerap menjadi sasaran aksi terorisme. Caranya pun beragam, ada yang melalui ancaman bom, ada pula kabar yang menggunakan racun ke dalam makanan.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam mengatakan, para teroris sengaja menjadikan polisi sebagai taget, karena polisi dianggap menghalang-halangi misi mereka dalam melakukan aksi teror.
Awalnya, lanjut dia, para teroris hanya menganggap polisi sebagai penegak hukum. Namun, persepsi berubah setelah polisi berhasil menangkap pemimpin jaringan teroris. Sejak itu polisi dianggap sebagai musuh bagi mereka.
“Mereka menganggap bahwa kita itu kafir dan halal darahnya untuk dibunuh. Kita dianggap mereka sebagai musuh,” kata Anton kepada okezone di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Namun demikian, lanjut Anton, polisi tidak akan menggap teroris sebagai musuh. “Mereka tetap bagian dari masyarakat yang harus kita didik,” pungkas mantan Kapolda Jawa Timur tersebut.
Sebagaimana diketahui, belakangan ini polisi berhasil menangkap sejumlah kelompok teroris. Di antaranya di Kemayoran, Pemalang, Pekalongan, Cirebon, dan terakhir di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
(TB Ardi Januar)