51.240 Warga Jakarta Miskin!

Dwi Afrilianti, Jurnalis
Jum'at 01 Juli 2011 14:27 WIB
blogspot (ilustrasi)
Share :

JAKARTA - Dalam survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, terungkap bahwa tingkat kemiskinan di DKI Jakarta bertambah menjadi 51.240 orang.
 
Pada Maret 2011 tercatat, jumlah penduduk miskin yang merupakan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di DKI Jakarta mencapai 363.420 orang atau 3,75 persen. Angka ini lebih besar 0,27 poin bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2010 yang hanya mencapai 312.180 orang atau 3,48 persen. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah kapita per bulan garis kemiskinan di tahun 2011 serta pola hidup masyarakat yang berubah.
 
Kepala BPS DKI Jakarta Agus Suherman mengatakan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
 
“Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk,” kata Agus di Kantor BPS DKI, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
 
Metode yang digunakan dengan menghitung garis kemiskinan yang terdiri dari dua komponen yaitu, garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non makanan. Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan pedesaan, kecuali untuk DKI Jakarta yang seluruh wilayahnya merupakan daerah perkotaan.
 
“Jadi yang disurvei penduduk miskin yang merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.
 
Berdasarkan survey BPS DKI di enam wilayah DKI Jakarta, Agus mengungkapkan garis kemiskinan tahun 2011 sebesar Rp355.480 per kapita per bulan. Jumlah ini lebih tinggi dari garis kemiskinan pada tahun 2010 yang hanya mencapai Rp331.169 per kapita per bulan.
 
Kenaikan garis kemiskinan ini disebabkan kenaikan laju inflasi dari tahun sebelumnya. Laju inflasi pada Maret 2010 hanya mencapai 3,49 persen, menjadi 5,95 persen pada Maret 2011.
 
“Laju inflasi tinggi di tahun 2011, dikarenakan adanya kenaikan harga-harga makanan dan minuman. Itu yang memacu kenaikan garis kemiskinan,” paparnya.
 
Akibatnya jumlah pengeluaran penduduk DKI Jakarta pun semakin meningkat sehingga mencapai Rp355.480 per kapita per bulan atau paling tidak warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 11.000 per harinya. Dengan komposisi garis kemiskinan yaitu garis kemiskinan makanan sebesar Rp229.147 atau 64,46 persen dan garis kemiskinan non makanan sebesar Rp117.682 atau 35,54 persen.
 
“Ternyata, dari 9,6 juta penduduk DKI Jakarta, ada 3,75 persen atau 363.420 orang yang pengeluarannya dibawah garis kemiskinan. Juga orang miskin di Jakarta lebih banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan makanan, daripada kebutuhan non makanan seperti tempat tinggal dan lainnya,” jelas Agus.
 

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya