JAKARTA- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemantauan titik api di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan yang dilakukan mulai Januari hingga 4 Juli 2011.
"Provinsi yang jumlah titik panasnya tertinggi adalah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dengan jumlah titik panas terdeteksi pada provinsi tersebut adalah 1289, 628 dan 413,"kata Menteri LH Gusti Muhammad Hatta dalam siaran persnya, Jakarta, Jum'at (15/7).
Menurut Gusti munculnya titik api (hot spot) di sejumlah daerah ditenggarai diakibatkan pembakaran lahan dan hutan. "Cara itu dipilih para pemilik kebun dan pemilik lahan dikarenakan biaya operasionalnya pembukaan lahan lebih murah dibandingkan cara lainnya," jelasnya.
Tidak hanya negara maju, Gusti juga mengakui pihaknya masih kesulitan dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan. "Cara yang lebih efektif adalah dengan mengambil tindakan preventif,”sebutnya.
Menurutnya dengan melakukan penyuluhan kepada pemilih kebun dan lahan tentang bahayanya membuka lahan dengan cara membakar hutan. Selain daripada itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendukung cara preventif itu dengan melakukan pembinaan masyarakat tradisional yang tinggalnya berdekatan dengan wilayah titik api.
"Kita harus membina kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan memberikan bantuan penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan melalui Dana Alokasi Khusus,"pungkasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)