Bela Diri, Marzuki Alie Salahkan Media Massa

Susi Fatimah, Jurnalis
Senin 01 Agustus 2011 12:07 WIB
Marzuki Alie (Foto: Koran Sindo)
Share :

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie merasa dihakimi oleh publik, khususnya oleh para pengamat politik yang mengkritisi dirinya habis-habisan terkait wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Marzuki, seharusnya apa yang menjadi gagasannya harus didiskusikan, bukan justru sebaliknya dihujat.

"Saya prihatin para penggalak demokrasi, manakala beda pendapat justru diadili dan dihukum bukan didiskusikan. Seharusnya ini jadi bahan diskusi bukan diadili," ujar Marzuki dalam jumpa pers di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/8/2011).

Marzuki merasa memiliki hak untuk berbicara terkait ide dan gagasannya. Selain itu Marzuki mempertanyakan apakah pejabat tidak boleh berbeda pendapat dalam menyampaikan gagasan atau ide. Jika hal seperti ini terus dilakukan, menurut dia, maka kedepan tidak akan ada pihak yang berani mengeluarkan wacana ke ruang publik untuk kepentingan bangsa.

 "Ini malah diadili beramai-ramai. Seolah-olah pejabat tidak boleh beda pendapat. Gagasan besar tidak akan muncul kalau sekali mengeluarkan langsung dihakimi," tutur Marzuki.

 Marzuki memahami posisinya sebagai Ketua DPR mendapat sorotan publik, beda halnya ketika dia hanya rakyat biasa.

"Kalau rakyat biasa yang mengatakan secemerlang apapun ide gagasan tidak banyak yang merespons, tapi kalau Ketua DPR yang ngomong beda lagi," kata pria lulusan Universitas Sriwijaya Palembang ini.

Marzuki menambahkan, dalam pernyataannya pada Jumat (27/7/) lalu, dirinya tak menyampaikan untuk mengajak bubarkan KPK. Kata Marzuki justru media yang mengutip pernyataanya tidak lengkap.

"Tidak ada satu kalimat mari bubarkan KPK. Berita media menyesatkan judulnya, tidak lengkap memberitakan," katanya.(lam)

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya