Penyimpanan Senjata di Libya Tidak Aman

Fajar Nugraha, Jurnalis
Senin 07 November 2011 15:02 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

TRIPOLI - Beberapa tempat penyimpanan senjata di Libya dikabarkan tidak aman. Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), senjata yang disimpan saat ini banyak yang hilang.


Menurut Ian Martin, utusan dari PBB, pihaknya sulit untuk mengawasi senjata-senjata milik Libya yang diselundupkan keluar negara tersebut. Baginya, kondisi alam Libya yang dipisahkan melalui gurun makin mempersulit pelacakan senjata yang diselundupkan.

"Menjadi prioritas kami saat ini adalah mengamankan sisa senjata yang ada di Libya. Selama beberapa waktu, dunia internasionl dapat membantu Libya untuk mengatasi masalah ini. Tetapi saya khawatirkan tidak ada pemecahan kilat dalam masalah ini," jelas Ian Martin seperti dikutip Associated Press, Senin (7/11/2011).

Selama konflik yang terjadi di Libya sejak Juli lalu, kelompok HAM internasional kerap menemukan beberapa tempat penyimpanan senjata yang diduga kuat milik mantan penguasa Libya Moammar Khadafi. Sebagian dari penyimpanan senjata tersebut dijarah oleh orang yang tidak dikenal.

"Tempat penyimpanan senjata yang tidak aman ini, benar-benar membuat khawatir kami," ucap Martin. Berdasarkan penemuannya, senjata yang dinyatakan hulang termasuk rudal, ranjau dan amunisi.

Sementara untuk senjata kimia dan materi nuklir yang ditemukan, pihak Libya terus mendapatkan perkembangan. Dikabarkan, mereka telah menemukan dua lokasi penyimpanan senjata kimia yang tidak diumumkan oleh Khadafi saat masih berkuasa.

"Senjata kimia itu juga sudah diamankan. Kini yang menjadi masalah adalah bagaimana cara untuk membuangnya," imbuhnya.

Penemuan senjata milik Khadafi memang terus menyeruak. Pihak PBB sebelumnya juga telah menemukan sekira tujuh ribu drum yang berisi uranium mentah. 
Penemuan ini makin meyakinkan bahwa Libya secara aktif membuat senjata nuklir di era Khadafi. 

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya