TANGERANG - Ratusan buruh pabrik di Kota Tangerang, Banten, yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Kota Tangerang tumpah ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMK sebesar Rp2,8 juta.
Dalam aksinya, barisan buruh memblokir jalan Daan Mogot Tangerang. Aksi buruh ini menimbulkan antrean panjang kendaraan roda dua dan empat yang melintas.
Bahkan, tidak sedikit kendaraan yang memilih balik arah. Selain memblokir jalan, massa pekerja juga memblokir lampu merah Tanah Tinggi.
Akibatnya, akses utama menuju Kota Tangerang dan Kalideres dilumpuhkan. Kemacetan juga terjadi di Jalan Sudirman dari arah Cikokol dan Jalan Pembangunan III arah Pintu M 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kendati begitu, aksi buruh masih berjalan aman. Sementara puluhan tenaga pengamanan dari Polres Metro Tangerang Kota tampak mengamankan jalannya demo.
Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, petugas telah menyiapkan satu unit mobil water canon di sisi jalan. Serta tameng pelindung dan persenjataan lengkap standar pengamanan aksi demo.
"Tolak upah murah, reformasi dewan pengupahan kota dan tolak sistem outsourcing," ujar Sasmita, koordinator aksi buruh dalam orasinya, Rabu (7/12/2011).
Aksi buruh kali ini bukan yang pertama kali. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. Dalam setiap aksi, para buruh meneriakkan tuntutan yang sama, yakni cabut Peraturan Pemerintah No 17/2005 dan tolak politik upah murah.
"Kami meminta penetapan kenaikan UMK Kota Tangerang tahun 2011 dirubah, dari yang tadinya Rp1,3 juta menjadi Rp2,8 juta," tambahnya. (nto)
(Ahmad Dani)