DEPOK - Meski jumlah kasus kejahatan di Depok diklaim menurun, namun hal itu tak berpengaruh kepada jumlah tahanan di sel Polres Depok. Saat ini, jumlah tahanan di ruang tahanan Polres Depok kian bertambah.
Kapolres Depok Kombes Mulyadi Kaharni mengungkapkan, ruang tahanan di Polres Depok saat ini dalam keadaan overload atau kelebihan kapasitas. Betapa tidak, saat ini jumlah tahanan mencapai 105 orang yang menghuni empat ruang.
“Jumlah tahanan overload, tadinya awal puasa saya menjabat dan datang ke Depok pada 5 Agustus 2011 hanya 46 orang, sekarang sudah 105,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/1/2012).
Sehingga, kata dia, para tahanan juga ada yang dititipkan di Polsek. “Lebih banyak tahanan pria, kalau tahanan wanita tak ada masalah, masih memadai,” tegasnya.
Para tahanan di Polres Depok umumnya terdiri dari empat jenis kejahatan. Yakni penganiayaan dengan pemberatan (anirat), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ada pula yang karena kasus narkoba.
“Memang ada 105 tahanan, tetapi untuk kasus empat jenis sepanjang tahun 2011 yakni anirat ada 138 kasus, curat 434 kasus, curas 38 kasus, dan curanmor 476 kasus, serta narkoba 187 kasus,” tegasnya.
Meski jumlah tahanan overload, namun jumlah kasus empat jenis tersebut menurun, yakni 1.086 kasus di tahun 2011, menurun dari 1.266 kasus di tahun 2010.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)