BANDUNG - Ratusan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan doa bersama untuk salah seorang rekan mereka yang tewas dibunuh, Andri Wardiansyah (22).
Andri tewas ditusuk usai mengisi acara musik tahun baru. Tubuhnya terkapar bersimbah darah di pinggir Jalan Cipaganti, dekat Rumah Mode pada Minggu 1 Januari dini hari.
Doa bersama dilakukan di Ruang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UPI. Lantunan ayat Alquran menggema di ruang tersebut.
Andri merupakan mahasiswa Jurusan Musik di Fakultas Bahasa dan Seni UPI angkatan 2007. Korban berasal dari Pandeglang, Banten.
Kepala Humas UPI Suwatno Fakhrudin mengatakan, usai doa bersama rencananya sejumlah dosen dan mahasiswa akan bertolak menuju rumah duka.
“Kita akan berangkat menuju rumah duka. Kami akan sampaikan duka cita kepada keluarga dan memberikan santunan,” kata Suwatno di Kampus UPI Bandung, Senin (2/2/2011).
Suwatno berharap, polisi segera menangkap pelaku penusukan keji tersebut. Pihak UPI juga siap membantu polisi untuk memberikan keterangan terkait korban supaya pengusutan pembunuhan ini segera terungkap.
Salah seorang rekan korban, Lucky, mengaku sangat terpukul dengan peristiwa nahas itu. Lucky mengaku Andri tidak memiliki musuh. “Dia orangnya sangat baik. Ini nahas sekali,” ujar Lucky.
(Dian AF)