GIGLIO - Kapal pesiar Costa Concordia yang karam di dekat perairan Pulau Giglio, Italia, diperkirakan baru bisa dipindahkan dalam waktu 10 bulan ke depan. Paling tidak akhir tahun ini, perairan Pulau Giglio baru bisa terbebas dari bangkai kapal itu.
Panjangnya waktu pemindahan tersebut diperkirakan karena kondisi perairan di wilayah Tuscan itu, masih tidak menentu. Pekan lalum regu penyelamat terpaksa menghentikan operasi pencarian korban karena kapal diketahui telah berpindah posisi hingga empat centimeter.
Tidak hanya pencarian korban, upaya untuk mengeluarkan sekira 500 ribu galon bahan bakar pun terpaksa dibatalkan karena kondisi mengancaman ini.
Sejak karam pada 13 Januari lalu, korban tewas akibat kecelakaan ini dilaporkan telah mencapai 17 orang. Korban terakhir ditemukan pada Sabtu 28 Januari pekan lalu, dan diidentifikasi bernama Erika Soria Molina. Perempuan tersebut diketahui sebagai salah satu kru kapal yang berasal dari Peru.
16 kru kapal dan penumpang hingga saat ini masih dinyatakan hilang. Sementara satu mayat lagi yang ditemukan dari kapal, belum berhasil diidentifikasi.
Pihak regu penyelamat pada awalnya hanya akan memberikan tenggat waktu dua pekan untuk melakukan proses pencarian korban. Tetapi regu penyelamat bersikeras untuk mencari korban selamat dalam kecelakaan ini.
"Tujuan pertama kami adalah mencari korban selamat. Sekarang tujuan kami cumat satu, yaitu mencegah kecelakaan kapal berubah menjadi bencana lingkungan," jelas pejabat Perlindungan Sipil Nasional Italia Franco Gabrielli seperti dikutip Associated Press, Senin (30/1/2012).
Pemindahan kapal Costa memang dapat menimbulkan resiko tinggi. Para ahli menyatakan, butuh waktu 28 hari untuk mengeluarkan bahan bakar dari 15 tanki yang berada di kapal yang membawa 4.234 penumpang tersebut.
Bila bahan bakar sudah dikeluarkan, maka pekerjaan untuk mengevakuasi kapal baru bisa dimulai. Entah itu dengan cara diapungkan di laut, atau dipotong-potong hingga menjadi beberapa bagian.
(Fajar Nugraha)