Polisi Didesak Tangkap Pengeroyok Wartawan Kompas TV

Didiet Haryadi, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 19:02 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

MAKASSAR - Aliasi Jurnalis Independen (AJI) Makassar meminta polisi segera menangkap pelaku penggeroyokan terhadap Andry Jufri (21), Kontributor salah satu TV Swasta Nasional.
 
"Wartawan bukan maling, teman kami semalam dikeroyok bagaikan maling, padahal wartawan itu dilindungi oleh HAM, dan kami berharap masyarakat menghargai kerja wartawan," kata Nurdin Amir, pengurus AJI Makassar, Senin (6/2/2012).
Nurdin menuturkan, Pihak AJI saat ini mendesak kepada pihak kepolisian yang menangani untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan. "Kami AJI Makassar mendesak polisi untuk segera menangkap para pelaku," tegas Wartawan TV Swasta Nasional ini.
 
Nurdin mengimbau, para wartawan untuk hati-hati dalam peliputan, dikarenakan terjadinya beberapa kasus pemukulan terhadap kulit tinta ini baik yang dilakukan masyarakat, pejabat maupun aparat kepolisian. "Mudah-mudahan ini peristiwa terakhir pemukulan Jurnalis, dan semua orang melihat akan pentingnya kerja jurnalis, yang intinya harus dilindungi," harapnya.
 
Sementara itu, Kapolsek Bontoala Kompol Rahman berjanji pihaknya akan menangkap pelaku dalam waktu dekat ini. "Kemarin saja setelah mendapatkan laporan kami langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari para pelaku pengeroyokan wartawan TV itu," katanya.
 
Namun Rahman mengakui, jika TKP pengeroyokan tersebut selama ini merupakan lintasan sejumlah geng motor saat pelaku melakukan balapan liar. "Kami sudah visum dan sampai saat ini kami masih menunggu hasilnya agar diketahui luka yang dialami korban,"terangnya.
 
Sebelumnya, Andri Jufri (21), tiba di Jalan Bandang, Kecamatan Bontoala dimana sejumlah genk motor sedang melakukan aksi balap liar. Tiba-tiba Andri dikeroyok oleh geng motor, akibatnya dia menderita luka memar pada bagian pelipis kanan dan pungung. Selain itu kaca mata miliknya patah, helm pecah dan motor Yamaha Mio berwarna Putih bagian lampu depan juga ikut rusak akibat pengeroyokan pada Minggu malam itu. "Saya sempat memperliatkan kartu identitas sebagai jurnalis, tapi mereka tetap memukul saya," kata Andri.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya