NU Depok Wanti-wanti Perayaan Valentine

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Senin 13 Februari 2012 01:23 WIB
Ilustrasi/Suasana Valentine (Foto: Okezone)
Share :

DEPOK - Hari kasih sayang atau valentine pada 14 Februari biasanya dirayakan dengan berbagai cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada seseorang.

Namun, seakan sudah menjadi tradisi banyak remaja yang merayakannya dengan memberikan sesuatu bahkan sampai berujung pada pesta seks.

Sekretaris PC NU Depok Raden Salamun menegaskan, bahwa valentine merupakan gerakan yang mendunia yang memiliki dampak secara luas baik dari sosial maupun ekonomi.

“Tidak semua hal yang wajar itu diperbolehkan. Orang NU sendiri juga jangan terus ikut-ikutan begitu saja. Apalagi, sampai merayakannya dengan ditambahi bumbu-bumbu lainnya,” terangnya kepada wartawan, Minggu (12/2/2012).

Salamun menegaskan, secara agama sudah jelas bahwa dalam menyampaikan rasa cinta dan kasih sayang hanya pada keluarga seperti: isteri dan anak. Mengenai waktunya, lanjutnya, tidak harus pada 14 Februari dan bisa kapan saja.

Namun, jika dilakukan pada sepasang kekasih yang belum memiliki ikatan muhrim  jelas tidak boleh. Terlebih lagi, imbuhnya, menjurus pada perbuatan yang melanggar aturan agama seperti sex dan lainnya.

“Kalau aturan agama sudah riil hanya boleh dilakukan pada keluarga. Selain itu, kita bisa katakan tidak. Apalagi, kalau sudah berbicara melanggar syariat,”paparnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar warga Nahdliyin di Depok untuk tidak ikut-ikutan peringatan hari valentine. Menurutnya, kota Depok dengan banyaknya pusat perbelanjaan dan tempat hiburan sangat memungkinkan bagi remaja untuk merayakannya.

“Kalau mereka yang tetap kekeuh ya silakan sesuai dengan keyakinan masing-masing saja,” tandasnya.

(Ferdinan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya