TEHERAN - Ancaman bom terhadap dua mobil yang digunakan oleh Kedutaan Besar Israel di India dan Georgia menyebabkan hubungan Israel-Iran memasuki babak baru yang lebih menegangkan.
Namun Iran membantah terlibat dalam aksi teror itu. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, Iran justru menuding aksi teror itu adalah perbuatan Israel sendiri.
"Serangan bom di Kedutaan Besar Israel di India dan Georgia adalah ulah Israel sendiri," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti dikutip Upi Selasa, (14/2/2012).
"Sikap Teheran sangat tegas mengutuk terorisme karena Iran pun telah menjadi korban dari terorisme. Rezim Zionis itu sendiri didasarkan pada negara terorisme dan kolonialisme," imbuh Mehmanparast.
Bom pertama di India meledak pada sebuah mobil yang dikendarai oleh istri atase pertahanan Israel. Beruntung tidak ada yang terluka dalam insiden ini, namun ledakan bom melukai beberapa orang yang berada di sekitar mobil tersebut.
Sementara di Georgia, bom serupa ditemukan pada sebuah mobil yang biasa digunakan oleh staf lokal Kedubes AS. Namun sebelum meledak, bom berhasil dijinakkan oleh polisi.
(Rani Hardjanti)