BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah menampik segala bentuk tuduhan yang mengatakan, adanya keterlibatan pejuang Hizbullah dalam insiden bom yang melukai diplomat Israel.
"Kami, Hizbullah, tidak memainkan peranan dalam insiden bom tersebut. Balas dendam kami tidak kami tujukan kepada pasukan atau diplomat Israel. Hal ini adalah penghinaan bagi Hizbullah," ujar Nasrallah, seperti dikutip Xinhua, Jumat (17/2/2012).
Meski demikian, Nasrallah bersumpah akan membalas dendam atas kematian pejabat militer Hizbullah Imad Mughniyeh yang tewas dalam ledakan bom mobil misterius di Damaskus, Suriah, pada 2008 lalu. Menurut para pejuang Hizbullah, pembalasan dendam atas kematian Mughniyeh merupakan suatu kehormatan.
Kelompok pejuang Hizbullah dan Iran memang menjadi salah satu pihak yang dituding bertanggung jawab atas ledakan bom di India, Georgia, dan Thailand.
Tuduhan itu dilontarkan oleh Israel pada pekan ini. Israel bahkan sangat yakin, kedua pihak itu bekerja sama untuk menyerang Israel.
Ketegangan hubungan antara Israel dan Iran yang semakin memanas juga mengundang perhatian yang cukup serius bagi Hizbullah. Nasrallah bahkan mengatakan, Iran takkan meminta Hizbullah agar menyerang Iran. Namun, Hizbullah akan bersiap diri untuk mengambil tindakan guna merespons sikap Israel.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.