JAKARTA - Sekretaris Departemen Pertahanan Australia Duncan Lewis mendesak adanya penguatan arsitektur keamanan maritim dengan kerja sama pertahanan antar negara.
"Kita ada di kawasan negeri kelautan, kita juga menjadi rumah dari arus perdagangan dan pengalaman. 90 persen perdagangan dunia lewat laut. Tuntutan dunia akan sumber energi akan terus meningkat, kita harus melindungi keamanan laut," ujar Lewis, di Jakarta International Defence Dialogue (JIDD), Kamis (22/3/2012).
Menurutnya, kebebasan navigasi di laut merupakan sebuah kepentingan global. Lewis menjelaskan tentang ancaman-ancaman dari keamanan maritim yang antara lain adalah pembajakan, terorisme, ilegal fishing, perubahan iklim dan lainnya.
Tantangan tersebut tidak dapat dihadapi oleh hanya satu negara.
"Kebijakan kolaboratif harus diperkuat begitu pula dengan arsitektur keamanan maritim. Untuk memperkuat arsitektur keamanan Pasifik kita sudah punya Asean. Di Asean, ada ARF yang dapat membentuk perdamaian dan kpercayaan diri antar negara serta kerja sama praktis," imbuhnya.
Lewis juga menyebut East Asia Summit menambah pembahasan keamanan dalam pertemuannya. Selain itu, ADMM plus juga yang memperkuat Asia Pasifik yang jadi kekhawatiran di kawasan.
Selain mendukung kerja sama multilateral, Lewis menyarankan agar badan-badan pemerintah negara yang berada di wilayah itu agar turut aktif dalam menjaga keamanan maritim.
Lewis juga mengingatkan akan pentingnya pemeriksaan setiap kapal yang berlabuh di gelanggang pelabuhan untuk memastikan apakah muatan kapal itu sesuai dengan yang diumumkan sebelumnya.
(Fajar Nugraha)