SOLO - Maskapai penerbangan Trigana belum dapat memutuskan dibukanya kembali rute penerbangan ke Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, pascapenembakan pesawat mereka beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut karena pemerintah belum memberikan jaminan keamanan di Papua.
"Kalau ada jaminan keamanan dari pemerintah, kami akan terbang kembali. Hingga saat ini peswat masih ada di sana, dan kami belum berani mengirimkan tim teknisi ke sana," jelas Tatang Surya, Bisnis and Developmen Trigana Air, di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2012).
Menurut Tatang, pihaknya bisa saja mengambil pesawat tersebut dari Papua tanpa harus menunggu tim KNKT yang hingga kini belum melakukan penyelidikan atas peristiwa itu.
Dari segi bisnis, sambung Tatang, jalur penerbangan menuju Papua, khususnya Puncak Jaya merupakan rute penerbangan yang tidak menguntungkan. Jadwal penerbangan pun berdasarkan permintaan calon penumpang atau pengiriman barang.
"Kita terbang ke sana bawa penumpang. Tapi kalau terbang dari sana pasti pesawat dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Jadi kalau terbang kesana tidak tiap hari, tergantung permintaan," jelasnya.
Diakuinya, insiden yang terjadi di Bandara Mulia, Puncak Jaya, tidak mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan. Hanya saja, dia mengkhwatirkan pasokan makanan di Puncak Jaya akan menipis, jika jaminan keamanan tidak segera dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
(Risna Nur Rahayu)