MANILA - Kepolisian Filipina mengatakan, sebuah serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak komunis di wilayah utara Filipina menimbulkan jatuhnya korban. Sekira 10 prajurit Filipina dipastikan tewas dalam serangan ini.
Jumlah korban tewas ini dianggap yang terbesar yang pernah dialami oleh pasukan Filipina. Mereka kerap terlibat baku tembak dengan kelompok pemberontak komunis, yang menginginkan wilayah utara Filipina, lepas dari negara itu.
"Selain menewaskan 10 orang prajurit, kelompok pemberontak melakuka serangan yang melukai dua warga sipil di Provinsi Ifugao," ujar Kepala Polisi Benjamin Magalong, seperti dikutip Associated Press, Rabu (25/4/2012).
Dengan tanpa ada perjanjian gencatan senjata, serangan sporadis masih terus berlangsung antara pasukan pemerintah dengan pemberontak.
Sementara serangan terbaru ini berlangsung setelah beberapa hari sebelumnya, enam pemberontak tewas dalam baku tembak dengan pasukan pemerintah di wilayah tersebut.
Hingga saat ini upaya perdamaian antara kedua pihak terus pupus di meja perundingan. Tahun lalu, negosiasi damai yang dimediasi oleh Norwegia terhenti karena menuntut pembebasan beberapa orang rekan mereka.
Selama 43 tahun pemberontak komunis Filipina berseteru dengan pasukan pemerintah. Mereka melakukan serangan dengan cara bergerilya di hutan-hutan sebelah utara Filipina.
(Fajar Nugraha)