JAYAPURA - Ribuan masyarakat Papua dan Papua Barat hari ini memperingati hari kembalinya Papua Barat ke pangkuan NKRI. Peringatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May day).
Ribuan rakyat Papua yang tergolong dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa spanduk, bendera kebangsaan KNPB dan juga parang serta tombak.
Mereka melakukan aksi jalan kaki sepanjang 30 kilometer dari Distrik Abepura menuju Kota Jayapura. Aksi ini lantas memicu kemacetan ratusan meter di sepanjang jalan utama Kota Jayapura.
Pantauan Okezone, aktivitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa meski jalan dipadati warga. Aktivitas perkantoran pelayanan publik, sekolah, dan pertokoan serta pasar tradisional, berlangsung seperti hari biasa.
Namun, aktivitas jalan raya tampak sepi karena para sopir angkutan umum memilih tidak beroperasi dengan alasan menghindari kemacetan panjang. Alhasil, banyak calon penumpang yang telantar di sepanjang jalan raya Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano, kepada wartawan di Jayapura, mengatakan dukungannya atas aksi yang dilakukan warga. Namun, dia meminta agar aksi tersebut berjalan kondusif.
"Saya minta agar warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu tidak bertanggung jawab. Tetaplah untuk melakukan aktivitas seperti biasa, jangan terpengaruh dengan aksi yang berlangsung saat ini," imbau Benhur.
Berdasarkan informasi, aksi unjuk rasa berlangsung selama dua hari hingga 2 Mei besok. Sebanyak 400 lebih polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.
(Risna Nur Rahayu)