JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Gajah Mada (UGM), Ari Dwipayana, mengatakan calon pengganti Menteri Kesehetan lebih baik berasal dari kalangan profesional. Pasalnya, jika penggantinya dari kelompok partai maka akan mengganggu keseimbangan politik.
"Pengganti harus dari profesional, jika tidak menggangu stabilitas politik," ujar Ari saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (5/5/2012).
Tentu kata dia, ancaman paling nyata terhadap perimbangan politik diinternal koalisi. "Jika Demokrat atau Golkar yang dipilih maka perimbangan politik di koalisi akan terganggu," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ari, Menkes yang nantinya akan dipilih harus memilik latar belakang pedidikan ilmu kesehatan. "Jabatan Menkes tidak sembarang orang bisa memimpinnya," imbuhnya.
Saat ditanyakan apakah Wakil Menteri Kesehatan, Ali Mukti Ghufron, pantas menduduki jabatan Menkes, Ari berpendapat kalau itu pantas saja, karena Wamenkes sudah pernah mengganti tugas Menkes saat sakit.
(Misbahol Munir)