CHICAGO - Media Israel melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melakukan kesepakatan rahasia dengan intelijen asing yang terlibat dalam distribusi senjata ke Suriah. Senjata yang dikirim ke negara tersebut adalah senjata anti-tank.
Menurut laporan dari situs berita Israel, Debka, fraksi oposisi Suriah mendapat senjata anti-tank yang diberikan oleh pihak asing atas restu dari Obama. Obama pun diklaim melakukan persetujuan dengan sejumlah agen intelijen untuk melancarkan pengiriman senjata itu.
Militer Israel melaporkan hal demikian karena belakangan ini, tank-tank pasukan Assad menerima serangan yang cukup mematikan dari fraksi oposisi. Oposisi diduga menggunakan senjata anti-tank 9K115-2 Metis-M dan Kornet E, yang didistribusikan oleh pasukan Negeri Paman Sam.
Desas-desus pengiriman senjata itu muncul setelah Obama berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi G8 yang digelar di Camp David, AS. Obama mengatakan, Bashar al Assad harus meninggalkan kekuasaannya. Beberapa hari kemudian, KTT NATO pun digelar di Chicago dan tidak ada anggota NATO yang sepakat untuk mencampuri urusan domestik Suriah. Demikian seperti diberitakan Russia Today, Rabu (23/5/2012).
Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, organisasinya tidak akan mengambil tindakan militer ke Suriah. Rasmussen pun mendesak Suriah agar mematuhi gencatan senjata.
"Kami mengutuk keras perilaku pasukan Suriah dan tindak kekerasan yang mereka lakukan terhadap penduduk setempat. Kami mendesak para pemimpin Suriah untuk mengakomodir aspirasi dari rakyatnya. Namun, sekali lagi kami tegaskan NATO tidak berniat untuk campur tangan atas Suriah," ujar Rasmussen.
(Aulia Akbar)