Komnas Anak Tolak Iklan Rokok Terselubung

Dina Kusumaningrum, Jurnalis
Senin 28 Mei 2012 14:01 WIB
Ilustrasi (Foto: okezone)
Share :

JAKARTA - Menyambut hari tanpa tembakau se-dunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei nanti, Komnas perlindungan anak (Komnas Anak) bersama koalisi anti kekerasan berbasis gender dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) menolak intervensi industri rokok.

"Kami menolak Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk iklan terselubung, karena cukup berbahaya, contohnya dalam penawaran beasiswa di sekolah, janganlah pakai nama perusahan rokoknya, sebut saja misalnya Melati foundation. Seolah-olah membawa image yang baik padahal tidak," ungkap Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada Okezone di sela-sela menghadiri Konferensi Pers "Intervensi Industri Rokok, Kejahatan terhadap Hak Kesehatan Anak dan Perempuan di Gedung Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin (28/5/2012).

Penolakan segala bentuk intervensi rokok tersebut karena industri rokok bukan pemangku kepentingan (Stakeholder) dalam kebijakan.

Lebih lanjut Arist menambahkan industri rokok menjadikan anak dan perempuan sebagai targetnya dengan membangun image positif terhadap produknya.

"Dengan terus menerus memperbarui taktiknya, industri rokok membangun image yang baik dalam iklanya, seperti sikap kritis, bebas dan membangun setia kawan," ujarnya.

Pada tahun 2010 BPOM mengawasi 26.410 iklan rokok, yang terdiri dari 6.586 iklan di media elektronik, 18.419 iklan media luar ruang dan1.405 di media cetak.

Sementara itu Komnas PA memantau 1.042 kegiatan yang disponsori industri rokok dan berbagai kegiatan CSR yang ditujukan kepada anak dan perempuan seperti beasiswa dan koperasi perempuan.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya