PARIS - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, siapapun yang terlibat dalam insiden pembantaian warga Suriah di Kota Houla, harus dihukum. Meski demikian, Ahmadinejad tidak menyebut siapa yang berada di balik insiden pembantaian itu.
"Sangat tidak dapat dipercaya, sebuah pemerintahan membantai warganya sendiri. Namun saya bukanlah yang bertanggung jawab atas pembantaian ini," ujar Ahmadinejad, seperti dikutip Associated Press, Kamis (31/5/2012).
"Kami di Iran sangat kecewa dengan insiden ini. Setiap orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut patut dihukum," tegas Ahmadinejad.
Ahmadinejad menegaskan, Barat seharusnya tidak mengeksploitasi krisis Suriah, dan karena Barat memusuhi Presiden Bashar al Assad. Dirinya kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah percaya dengan perkataan Barat. Namun Presiden Iran itu mengingatkan kembali akan pentingnya kerja sama yang dilakukan Iran dan Barat dalam membahas isu nuklir.
Saat ini, Iran pun kerap menjadi pihak yang dituding berada di balik krisis Suriah. Tudingan itu muncul dari musuh bebuyutan Iran, Israel. Negeri Yahudi itu mengatakan, Iran mendukung pembantaian yang terjadi di Suriah sebagai upaya untuk menguasai Timur Tengah.
Pernyataan Israel ditujukan untuk menanggapi perkataan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani. Larijani mengutarakan kekhawatirannya terhadap Suriah karena intervensi militer akan membahayakan wilayah Timur Tengah.
Saat ini, tim penyelidik dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyalahkan Pemerintah Suriah atas timbulnya pembantaian itu. Menurut kabar, para warga Suriah itu dibantai di jalanan kota, perempuan dan anak-anak juga dibunuh. Total korban jiwa dari peristiwa itu adalah 108 orang dan mayoritas dari korban adalah anak-anak.
(Aulia Akbar)