JAKARTA - Pertarungan menduduki posisi Gubernur Sumatera Utara sudah hampir dekat. Salah satu calon yang saat ini aktif sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoeghana Siregar, tampaknya bersiap tancap gas.
Betapa tidak, politikus Partai Demokrat ini rela mengorbankan jabatannya sebagai Ketua Komisi Energi DPR demi menjadi Gubernur Sumatera Utara. Sutan mengatakan, dari survei internal Demokrat, ternyata dirinya masuk tiga besar bersaing dengan Gus Irawan dan RE Nainggolan.
"Kalau saya di situ masa Demokrat enggak milih. Tapi enggak tahu saya masuk yang nomor berapa yang jelas tiga besar. Sudah mengkerucut menurut DPP," jelas Sutan saat ditemui wartawan di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (15/8/2012).
Ketua DPP Demokrat ini mengaku akan menggunakan strategi untuk turun langsung ke rakyat. "Saya akan turun ke tempat-tempat masyarakat ke bawah, terus saya bawa media untuk mengekspose bahwa kita sampai ke bawah. Sampai sekarang saya tidak pernah main di level atas," paparnya.
Dirinya bersyukur bahwa saat ini pemimpin yang dipilih di Sumut merupakan sosok yang didukung rakyat dan didukung sesuatu yang gaib. "Yang gaib dukung juga saya. Tuhan itu kan gaib termasuk doa dari para Malaikat. Dengan ketekunan dan keyakinan seseorang, maka Tuhan akan membantunya, jadilah barang itu," sambungnya.
Sutan optimistis bisa memenangkan Pilgub Sumut yang akan berlangsung pada 2013 mendatang. Pasalnya, baru tiga bulan melakukan sosialisasi, sudah banyak dikenal masyrakat Sumut. Walau demikian, dia sadar jika menjadi Gubernur itu merupakan sebuah pengorbanan. Bahkan, dia rela melepaskan jabatannya di DPR.
"Lepaslah itu, tidak apa-apa, jadi begini ini butuh pengorbanan. Saya turun ke sana bukan gagah-gagahan jadi Gubernur, pertama karena pengabdian dan kedua karena pengorbanan. Di mana saya mengorbankan karir saya, karena harusnya kan keatas tapi saya turun. Ini wujud pengabdian saya kepada rakyat untuk menjadi Sumut 1," simpulnya.
Dalam pengorbanan ini, lanjut Sutan, ada nilai yang sangat indah yakni Ibadah, karena bisa membangun kampung sendiri. "Itu kan bagus, paten lah barang itu," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )