YOGYAKARTA – Menjelang Idul Fitri 1433 H, penjual pakaian di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta meraup untung. Mereka mengaku mendapat berkah selama Ramadan. Bahkan, harga barang dagangan mereka naik lebih dari 100 persen. Tidak sedikit, beberapa kios mengklaim kenaikan omzet mencapai 200 persen, bahkan hingga 300 persen.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo, Ujun Junaedi, mengatakan, selain baju batik, beberapa produk yang digemari pembeli di antaranya baju kotak-kotak ala Jokowi. Apalagi, setelah Jokowi memnangkan pilgub DKI putaran pertama.
“Ya adanya kampanye Pak Jokowi itu membuat masyarakat senang dengan baju motif kotak. Padahal, model baju kotak-kotak itu sudah lama ada. Banyak pengunjung yang suka membeli baju kotak-kotak ala Jokowi, saya tidak promisi lho,” jelas Ujun di Yogyakarta.
Dia bersama puluhan pemilik kios di kawasan Pasar Bringharjo mengaku menjual baju ala Jokowi dengan harga Rp82.500 untuk lengan pendek dan Rp87.500 untuk lengan panjang.
Selain itu, beberapa baju maupun penjualan kain di pasar tersebut laris manis. Para pembeli skala kecil maupun pedangan datang dari daerah lain di Jawa Tengah, seperti Temanggung, Purworejo, Solo, Klaten, dan lainnya.
“Yang datang itu bukan hanya warga sini (Yogya), tidak sedikit mereka dari luar Yogyakarta,” jelas salah satu penjual baju batik di Pasar Bringharjo, Ny. Rusma. Para penjual mengaku mengalami kenaikan omzet penjualan sejak awal Ramadan lalu.
Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja Suyana meminta agar semua pengunjung waspada terhadap aksi pencopetan. Pasalnya, seiring dengan membludak pengunjung, diprediksi jumlah pencopet juga akan bertambah. Ia mengaku tidak ada penambahan petugas keamanan di minggu terakhir menjelang lebaran ini. Jumlahnya tetap seperti hari biasa hanya ada sekira 36 orang.
(Risna Nur Rahayu)