Rusia: Solusi Krisis Suriah Tidak Netral & Adil

Khairisa Ferida, Jurnalis
Jum'at 31 Agustus 2012 20:03 WIB
Kekerasan di Suriah (Foto: Telegraph)
Share :

WASHINGTON - Utusan Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan, sejumlah solusi untuk yang diajukan dalam pertemuan DK PBB untuk mengakhiri krisis Suriah tidak sepenuhnya netral dan adil. Padahal keduanya dinilai sama pentingnya menurut hukum internasional.

"Mari kita mengatakan ini secara langsung, bahwa tidak semua gagasan yang diajukan disini sejalan dengan kriteria tersebut. Kami menilai upaya masing-masing negara yang menggunakan argumen kemanusiaan demi membenarkan adanya dukungan keuangan, teknis dan logistik kepada kelompok-kelompok bersenjata ilegal tidak dapat diterima," tegas Churkin, seperti dikutip Russian Today, Jumat (31/8/2012).

Seperti diketahui DK PBB mengalami perpecahan dalam upaya mencari solusi untuk mengakhiri kekerasan mematikan di Suriah. Pertemuan DK PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat (AS) ini memfokuskan pembahasan terkait kondisi kemanusiaan di Suriah dan upaya untuk meredam konflik di negara itu.

"Tanggung jawab atas nasib rakyat Suriah terletak di kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik. Kami menyerukan rezim Suriah dan oposisi termasuk mereka yang bersenjata untuk mencegah semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di negara itu," ungkap Churkin.

Dalam kesempatan yang sama Churkin juga menyinggung isu terkait sanksi sepihak yang dijatuhkan beberapa negara Barat seperti AS, Inggris dan Prancis. Ia mengatakan, sanksi dapat membuat hal-hal yang buruk menjadi lebih buruk.

"Sanksi-sanksi yang dijatuhkan diluar DK PBB tidak memperlihatkan upaya nyata untuk membantu penyelesaian krisis. Itu hanya akan menyulitkan kehidupan rakyat Suriah dan mengabaikan kesempatan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar serta menikmati hak asasi manusia," tegas Utusan Rusia.

Berbeda dengan Rusia, AS kembali menegaskan komitmennya untuk menggulingkan rezim Suriah."Ini bukan berakar pada masalah kemanusiaan melainkan krisis politik yang disebabkan oleh ketidakpedulian dan kekejaman rezim Suriah. Tidak ada bantuan kemanusiaan yang dapat mengakhiri pertumpahan darah dan penderitaan," tegas Utusan AS untuk PBB Susan Rice.

Konflik mematikan yang terjadi di Suriah setidaknya telah membuat sekira 229 ribu orang mengungsi ke sejumlah negara-negara tetangga seperti Lebanon, Turki, Irak dan Yordania.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya