LONDON - Model asal Israel yang tak lain adalah kekasih putra mendiang Moammar Khadafi, Saif Khadafi, mendesak mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair agar turun tangan di pengadilan Saif. Pengadilan Libya selama ini mengancam akan menghukum mati Saif.
Orly Weinerman yang sempat berpacaran dengan Saif selama enam tahun mendesak Blair untuk mencermati tuduhan-tuduhan yang dilontarkan pengadilan terhadap Saif. Sebelum Saif tertangkap, Saif dan politisi Partai Buruh Inggris itu juga bersahabat.
"Saif bekerja sama dengan Blair sebelum Saif tertangkap. Keduanya adalah kawan lama, dan saat ini adalah saat Pak Blair menunjukkan loyalitasnya. Blair adalah seorang alim, seorang umat Kristiani yang memiliki tugas moral membantu temannya," ujar Weinerman, seperti dikutip Daily Mail, Senin (3/9/2012).
"Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) menjatuhkannya (Saif), begitu pula komunitas internasional. Membunuh Saif tidak akan menghasilkan apapun. Semuanya harus diselesaikan, selamatkanlah dia," imbuhnya.
Model Israel itu menjalin hubungan asmara dengan Saif sejak April 2005. Hubungan itu sempat mengalami masalah serius karena Weinnerman adalah seorang Yahudi, sementara itu Saif beragama Islam. Orangtua Weinerman menolak putrinya untuk berpindah keyakinan dan masalah itu cukup menuai kritik dari media Israel.
Sementara itu, persahabatan Saif dan Blair juga cukup erat. Keakraban itu terlihat dari surat-surat kerja sama yang dilayangkan satu sama lain. Surat Blair ke Saif ditemukan pada saat Kota Tripoli, Libya, jatuh ke dalam genggaman Dewan Transisi Nasional (NTC). Dalam surat yang ditulis Blair di tahun 2007, Blair berniat untuk membantu Saif yang sedang melanjutkan studinya di London Schools of Economics.
(Aulia Akbar)