SURABAYA - Empat belas dosen dari Rajamanggala University of Technologi Thanyaburi (RMUTT) mendatangi Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya. Kedatangan para dosen dari Thailand ini adalah untuk mengkaji sistem perkuliahaan sebelum mengirim mahasiswa ke kampus yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
"Untuk kali ini pihak RMUTT datang melihat secara detail bagaimana sistem perkuliahan di Ubhara serta mata kuliah yang ikut dalam program Dual Degree," kata Kepala Humas Ubhara M Fadeli, di sela acara Academic Meeting di Kampus Ubhara, Selasa (11/9/2012).
Fadeli menjelaskan, proses yang dikaji ini adalah terkait transfer kredit mata kuliah Mahasiswa RMUTT ke Ubhara, termasuk menyangkut besaran biaya hidup hingga kebutuhan yang lain. Selanjutnya, mahasiswa dari RMUTT dapat menempuh pendidikan di Ubhara.
"Jika sudah deal maka RMUTT segera melakukan MoU yang lebih rinci. Sementara pokok MoU-nya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu," ujar pria berkacamata ini.
Kajian ini juga terkait mata kuliah apa saja yang akan diambil oleh mahasiswa RMUTT ketika menempuh pendidikan di Ubhara selama dua semester. Sebab, Ubhara sendiri memiliki ciri khas. Contohnya, untuk jurusan teknik sipil lebih banyak membahas lalu lintas dan jalan. Hal itu karena Ubhara memang bagian dari yayasan kepolisian.
Tak hanya pembahasan pertukaran mahasiswa, dalam academic metting ini juga dibahas program Asian Community. Dalam program ini, pihak RMUTT meminta kepada dosen di Ubahra untuk mengajar mata kuliah Bahasa Indonesia di universitas tersebut. Sementara untuk pertama kalinya RMUTT mengirimkan seorang mahasiswa jurusan Bisnis International.
"Dia akan belajar di sini selama dua semester. Selanjutnya akan menyusul sejumlah mahasiswa RMUTT lainnya ke Ubhara," ujarnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)