JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel mengatakan, isu kontrak Freeport tidak menjadi salah satu hal yang dibahas dalam kedatangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia. Namun mengenai isu Papua, AS menegaskan bahwa negaranya mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua.
"Freeport bukan merupakan satu hal yang tercantum dalam pembahasan kerja sama komprehensif AS dan Indonesia. Kedatangan Menlu Clinton ke Indonesia juga sama sekali tidak menyinggung isu Freeport," ujar Marciel di kediamannya, Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Marciel juga ditanya mengenai isu Papua yang saat ini masih bergulir. Menurutnya, AS selalu mendukung kedaulatan Indonesia di Papua dan AS tidak akan mendukung upaya separatisme di wilayah tersebut.
"Isu Papua bukan merupakan isu di mana AS harus banyak memainkan peranan, isu ini adalah isu domestik Indonesia. Kami memandang Papua sebagai wilayah Indonesia dan kami tidak mendukung separatis Papua. Kami mendukung proses dialog damai untuk menyelesaikan masalah ini," imbuhnya.
Selain itu, Marciel menambahkan bahwa AS memiliki program bantuan kecil di wilayah Papua. Program itu merupakan program dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan kesehatan warga setempat. AS juga pernah menggelar program serupa di beberapa wilayah Indonesia lainnya.
Kekerasan di Papua masih terlihat cukup serius. Tepat pada Senin kemarin, seorang anggota polisi Polres Tolikara tewas dengan 14 luka tembak setelah diberondong peluru saat melakukan pengamanan pengaspalan di Jalan Karubaga, Wamena.
Bersamaan dengan itu, warga pun terus mendesak janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ingin menggelar dialog damai dengan warga Papua. Koordinator Umum Komunitas Masyarakat Papua Adat Papua Anti Korupsi dan Kekerasan (KAMPAK) mengatakan bahwa warga Papua hidup dalam ketakutan karena muncul insiden penembakan misterius di Papua.
(Aulia Akbar)