Masuk Angin, Kuda Milik Kraton Yogyakarta Mati

Prabowo, Jurnalis
Rabu 03 Oktober 2012 15:58 WIB
Ilustrasi kuda hitam (Foto: Isavo.com)
Share :

YOGYAKARTA- Kuda berwarna hitam milik GBPH Yudhaningrat mati mendadak pagi tadi. Penyebab kematian kuda pacu itu diduga karena masuk angin.

Perawat kuda, Nurdiyanto, menjelaskan, kuda bernama Suboseto tersebut sebelumnya diajak keluar kandang yang berlokasi di komplek museum kereta sekira pukul 06.00 WIB.

Beberapa saat setelah diajak jalan-jalan, kuda berumur 8 tahun tersebut mengalami kejang dan jatuh tak jauh dari museum kereta.

"Seperti biasa diajak jalan-jalan agar tidak kaku. Baru beberapa langkah sudah jatuh dan mati," ujar Inung, sapaan akrabnya, Rabu (3/10/2012).

Melihat kuda tersebut mati, Inung memberitahukan pemiliknya, Gusti Yudha (GBPH Yudhaningrat). Selanjutnya kuda dinaikkan ke atas kereta yang terbuat dari papan besar lalu dimandikan dan dikubur di Ngejaman Kraton Yogyakarta.

Bunga mawar dan kenanga ditaburkan di atas tubuh hewan dengan berat sekira 500 kilogram tersebut. Seperti manusia, kuda tersebut juga di balut dengan kain putih pada sebagian badannya.

Setelah prosesi selesai, kuda dibawa menggunakan kereta ke makam yang sudah disediakan. Butuh belasan orang untuk mengangkat dari kereta sampai masuk ke lubang pemakaman. Momen ini menjadi perhatian wisatawan yang sedang mengunjungi obyek wisata Kraton.

Inung menyampaikan, Kuda Suboseto tersebut semula akan dipakai oleh warga Kadipiro Ngestiharjo Bantul untuk mengadakan kirab. Sebelumnya kuda tersebut dipakai untuk kirab festival museum di Malioboro beberapa waktu lalu.

Saat pernikahan putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X, Ngreni Wijareni, Suboseto juga dipakai saat kirab. Dengan matinya Suboseto, berarti kini hanya tinggal tiga ekor kuda saja yang berada di museum Kereta.

Pedagang kuda asal Prambanan, Gunadi (54), menyampaikan kuda mati mendadak itu merupakan hal yang wajar. Apalagi, saat ini jika siang hari cuaca panas sedangkan pada waktu malam udaranya dingin.

"Itu masuk angin, biasa jaran (kuda) mati mendadak itu. Dulu saya juga pernah kehilangan jaran seperti itu, baru beli sampai rumah baru tiga hari tau-tau mati," beber pria yang akrab disapa Kuncung itu.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya