MEDAN - Seorang petugas Kejaksaan menyikut dan mendorong pewarta foto yang tengah melakukan peliputan tentang penahan tersangka korupsi dana Bansos Pemprovsu 2009-2011 di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan, hingga terjatuh. Bahkan lensa salah seorang fotografer lainnya terlepas dari badan kamera karena terkena pukulan.
Peristiwa itu bermula saat tersangka dugaan korupsi, Raja Anita, digiring puluhan petugas Kejaksaan dari dalam ruangan pemeriksaan menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke tahanan Tanjung Gusta, kemarin sore.
Sejumlah wartawan yang sudah menunggu hampir lima jam, langsung mengarahkan alat jurnalistik mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Sayangnya, petugas Kejaksaan malah menghalangi wartawan.
Seorang petugas bernama Fakhrul R. Sitohang menyikut dan mendorong pewarta saat tersangka tiba-tiba berteriak histeris. Akibatnya fotografer Koran Sindo, Boy Kadri Tarigan, terjatuh dan lensa seorang fotografer lainnya terlepas dari banda kamera karena terkena pukulan. Kericuhan antara dua belah pihak pun tak terhindarkan.
Boy mengaku, sama sekali tidak mengganggu tugas Kejaksaan saat menggiring tersangka. Dia hanya memotret, namun tiba-tiba mendapat perlakukan kasar hingga terjatuh.
Sementara itu, Kasi Penerangan Kejatisu Marcos Simaremare, mengatakan, timnya tidak bermaksud menghalangi kinerja wartawan. Pengamanan yang ekstra ketat itupun diklaimnya sebagai upaya mempermudah kerja petugas.
Anita merupakan tersangka dugaan kasus korupsi dana bansos di Sekda Provsu 2009-2011. Sebelum akhirnya menyerahkan diri, PNS di Biro Keuangan Setda Provsu itu sempat menjadi DPO selama dua bulan.
(Risna Nur Rahayu)