SBY Beri Grasi, BNN Diminta Kerja Lebih Giat

Tegar Arief Fadly, Jurnalis
Sabtu 20 Oktober 2012 08:20 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menyarankan agar Badan Narkotika Nasional (BNN) lebih maksimal dalam upaya memotong peredaran maupun penggunaan narkoba yang semakin marak di Indonesia.

Menurut Didi, BNN sebisa mungkin harus berhasil melacak dan menghancurkan jaringan narkoba (termasuk jaringan internasional) yang beroperasi di Indonesia.

"Yang paling penting bandar narkoba, pihak BNN lebih giat lagi. Bagaimana jaringanya bandar gembong ini bisa diupayakan keras, dengan teknologi yang canggih bisa diupayakan menuntaskan kasus narkoba," kata Didi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta.

Didi menambahkan, seharusnya semua pihak juga turut serta melakukan pembinaan untuk mengantisipasi maraknya penggunaan narkoba, terutama pada remaja Indonesia. Bukan hanya mengandalkan upaya dari pemerintah.

"Dikaji ulang, bagaimana pola-pola ke depan penanggulangan narkoba. Jadi tidak hanya mengandalkan pemerintah. Karena perang narkoba harus bersama-sama masyarakat," sambungnya.

Selain itu, hendaknya pihak sekolah juga secara aktif memberikan berbagai penyuluhan kepada para siswa terkait dampak buruk dari narkoba. "Bagaimana penyuluhan-penyuluhan, pendidikan, lalu anak-anak diarahkan pada kegiatan yang positif, sesuai dengan bakatnya, ilmunya, misal dalam kesenian atau olahraga," tutup Didi.

Dorongan kerja lebih giat inipun seakan berbading terbalik dengan pemberian grasi terhadap sejumlah terpidana narkoba. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memberikan grasi kepada tiga pelaku narkoba berkelas kakap, yakni WNA asal Australia, Schapelle Leigh Corby, dan baru-baru ini grasi juga diberikan kepada Deni Setia Maharwan dan Merika Pranola alias Ola.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya