Media Massa Harus Jadi "Jembatan" dalam Konflik

Tri Purna Jaya, Jurnalis
Minggu 21 Oktober 2012 02:02 WIB
Ilustrasi
Share :

LAMPUNG - Media massa tidak boleh memperuncing sebuah konflik dalam pemberitaannya. Solusi dari media massa diharapkan mampu meredakan konflik.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema "Manajemen Pemberitaan Tentang Konflik Di Media Massa" yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bandar Lampung, Sabtu (20/10/2012).

Wakil Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnaen mengatakan verifikasi data harus dikedepankan oleh jurnalis dalam melakukan peliputan konflik.

Menurut Iskandar, setiap jurnalis yang meliput konflik tidak boleh terbawa emosi. "Jangan terbawa nafsu ada peristiwa ingin langsung jadi headline. Verifikasi data, apakah benar isu tersebut," kata dia.

Untuk itu, tambahnya, penyusunan TOR (Term of Reference) dari redaksi terkait menjadi mutlak karena di dalam konflik banyak hal yang krusial, terlebih konflik yang menyangkut nyawa manusia.

"TOR itu sendiri harus berkiblat pada jurnalisme damai, tidak memperkeruh suasana," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi, Juniardi mengatakan jurnalis sebisa mungkin menghindari talking news, "Fakta diungkapkan dahulu, konfirmasi kesemua pihak. Ini menghindari ketidakberimbangan berita," terangnya.

Namun, menurut Juniardi, keselamatan jurnalis itu sendiri juga harus diperhatikan. "Di daerah konflik,  yang rawan itu kamera, alat rekam, ataupun atribut lain yang menunjukan jati diri jurnalis. Itu karena takut terekspos," jelasnya.

Senada dengan Juniardi, Redaktur Senior Antara Lampung, Budisantoso Budiman mengatakan, fakta adalah hal yang paling mutlak. "Pemilihan narasumber pun penting. Cari narasumber yang kredibel dan netral," tambahnya.

Dalam pemberitaan konflik, kata dia, media tidak boleh memperuncing konflik. "Pers menjadi jembatan dari pihak-pihak yang terlibat. Media harus bisa memberikan solusi," pungkasnya.

(Tri Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya