Ditinggal 6 Penyidik, KPK Tak Boleh Lamban Usut Korupsi Besar

Mustholih, Jurnalis
Sabtu 03 November 2012 23:45 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bakal kesulitan dalam mengusut kasus-kasus korupsi menyusul mundurnya sejumlah penyidik polisi dari institusi yang diketuai Abraham Samad tersebut.
 
"Pasti kerja-kerja pemberantasan korupsi KPK akan menjadi lambat setelah para penyidiknya mundur," kata pegiat anti-korupsi, Antonius Benny Susetyo di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2012) malam.
 
Namun, pria yang akrab disapa Romo Benny itu mengatakan kesulitan itu tidak boleh dijadikan alasan bagi KPK untuk berhenti mengusut kasus-kasus korupsi. Agar kerja KPK berjalan efektif, Romo Benny menawarkan agar para penyidik yang masih bertahan membuat skala prioritas pemberantasan korupsi.
 
"KPK harus memprioritaskan kasus-kasus besar yang sekarang sedang ditangani," tegasnya tanpa memperinci detail kasus korupsi besar yang dimaksud.
 
Selain itu, Romo Benny menambahkan KPK juga harus segera menyiapkan penyidik baru sebagai pengganti mereka. Menurut Sekretaris Jenderal Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia itu, KPK bisa mengesahkan para calon penyidik yang sedang direkrut atau mengambil pensiunan penyidik dari Kepolisian RI, Kejaksaan, dan militer untuk direkrut jadi penyidik internal.
 
"Dari segi Undang-undang itu dimungkinkan. KPK memang boleh punya penyidik sendiri," terang Romo Benny.
 
Seperti diketahui, lima penyidik polisi memutuskan keluar dari KPK. Mereka memilih mengundurkan diri dengan alasan ingin mengembangkan pengalamannya menyidik kasus-kasus korupsi di institusi lamanya, Kepolisian RI. Para penyidik itu adalah Komisaris Polisi Hendi K, Komisaris polisi Rizki A, Komisaris Polisi Yudhistira M, Komisaris Polisi Irfan R, Komisaris Polisi Popon K. Sehari kemudian, Komisaris Polisi Egy Andrian Zues, mengekor keluar.
 
Menurut Romo Benny, keputusan mereka keluar memang turut andil memicu selentingan kembali memanasnya hubungan KPK dengan Polri. Namun, Romo Benny menilai selentingan itu tidak perlu lagi diperkeruh.
 
"Dari kacamata polemik pasti ada kaitannya. Tapi, kita positif saja mereka memang mengundurkan diri. Kalau tetap berpolemik, hanya buang-buang energi," kata pastor karismatik tersebut.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya