Dokter: Pemerkosaan India Sangat Brutal & Langka

Aulia Akbar, Jurnalis
Minggu 06 Januari 2013 05:43 WIB
Foto : Demonstran anti-pemerkosaan India (AP)
Share :

NEW DELHI - Seorang dokter spesialis yang merawat korban pemerkosaan India mengakui, korban menderita luka yang sangat parah dan jarang dialami korban pemerkosaan lainnya. Dokter itulah yang meminta korban agar menjalani perawatan di Singapura.

Dokter Naresh Trehan mengaku, kasus pemerkosaan yang menimpa korban adalah kasus brutal yang paling langka terjadi di India. Kasus itupun jauh lebih brutal ketimbang kasus pemerkosaan lain.

"Seluruh pihak, termasuk Pemerintah India, memusatkan perhatiannya hanya agar korban mendapat perawatan yang jauh lebih baik," ujar Trehan, seperti dikutip PTI, Minggu (6/1/2013).

"Dokter di Safdarjung merawatnya dengan cara yang terbaik yang mereka bisa. Korban kehilangan ususnya dan seluruh orang berdoa karena dia akan menjadi pasien pertama dari transplantasi usus," imbuhnya.

Trehan menambahkan, operasi transplantasi usus adalah operasi yang memakan waktu cukup lama. Korban pun tidak dalam kondisi yang cukup sehat untuk menjalani prosedur itu.

Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura adalah rumah sakit yang terkenal dengan spesialis transpantasi organ. Oleh karena itulah, korban dipindahkan dari rumah sakit India ke rumah sakit tersebut.

Trehan berupaya menjelaskan prosedur transplantasi usus dalam konferensi pers bahwa, prosedur operasi itu benar-benar tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Pasien harus menjalani terapi nutrisi selama beberapa bulan sebelum operasi.

Tepat pada Sabtu pekan lalu, korban pemerkosaan meninggal dunia karena tidak kuat menahan luka-luka di sekujur tubuhnya. Dalam waktu dua hari, kondisi kesehatan korban terus menurun dan korban pun menderita kerusakan di sejumlah organnya.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya