India Bentuk Satgas Selidiki Kasus Pemerkosaan Sekolah Asrama

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 07 November 2016 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 07 18 1535288 india-bentuk-satgas-selidiki-kasus-pemerkosaan-sekolah-asrama-HQL8bVkffe.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BULDHANA – Pejabat Negara Bagian Maharashtra, India, membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa sejumlah siswi di sekolah asrama di Distrik Buldhana. Kasus mencuat ke publik setelah seorang siswi berusia 10 tahun dilaporkan hamil.

Sebanyak 12 orangtua siswi mengajukan gugatan kepada polisi. Sementara 11 staf sekolah, termasuk sang kepala sekolah, sudah ditahan pekan lalu. “Polisi wanita sudah dikirim untuk berbicara kepada para korban dan mencatat kesaksian mereka. Kami mencari dua orang terduga pelaku yang melarikan diri,” ujar Inspektur Polisi Buldhana, Sanjiv Baviskar, seperti dimuat Reuters, Senin (7/11/2016).

Menteri Pembangunan Suku India Vishnu Savara mengatakan, nomor pendaftaran sekolah tersebut sudah dicabut dan dakwaan akan dijatuhkan dalam waktu satu bulan. Dugaan tersebut muncul di tengah laporan meninggalnya ratusan anak-anak suku asli India di sejumlah sekolah negeri selama satu dekade terakhir. Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) India menuduh pemerintah negara bagian Maharashtra lalai dalam menjalankan tugasnya.

Terdapat sekira 550 sekolah asrama untuk anak-anak miskin dari wilayah kesukuan di salah satu negara bagian terkaya di India itu. Sekolah-sekolah negeri itu didirikan untuk memberantas buta huruf dan menyediakan layanan dasar kesehatan bagi anak-anak. Sekolah-sekolah tersebut didirikan lebih dari dua dekade lalu di seluruh India dan menjadi opsi satu-satunya bagi penduduk wilayah terpencil.

Pendiri yayasan Shramjivi Sanghatana Vivek Pandit menyebut sekolah-sekolah tersebut dikelola dengan sangat buruk. Staf serta fasilitas yang tidak memadai adalah contoh buruknya pengelolaan. Pemerintah Maharashtra dituduh menutup mata terhadap kondisi mengerikan tersebut.

“Pemerintah seakan menutup mata terhadap kondisi mengenaskan di sekolah-sekolah serta pelecehan terhadap anak-anak selama puluhan tahun. Jika mereka tidak bisa mengelola secara benar, mereka seharusnya menutup sekolah-sekolah tersebut. Mereka tidak pantas dipercaya untuk menanggung hidup anak-anak yang sangat rentan,” tandas Vivek Pandit. (war)

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini