Muslimah India Diperkosa karena Makan Daging Sapi

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 12 September 2016 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 12 18 1487464 muslimah-india-diperkosa-karena-makan-daging-sapi-wiucPkGD2V.jpg Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Okezone)

MEWAT – Seorang perempuan Muslim di Mewat, India mengaku dirinya menjadi korban pemerkosaan massal. Muslimah berusia 20 tahun itu bersama sepupunya yang berusia 14 tahun diperkosa oleh empat orang pria dua pekan lalu karena dituduh memakan daging sapi.

Sapi adalah hewan suci bagi umat Hindu yang merupakan mayoritas di India sehingga konsumsi daging sapi, termasuk pemotongan hewan memamah biak itu terlarang. Korban juga menuturkan sang paman beserta bibinya dipukuli hingga tewas oleh empat pria tersebut. Padahal, perempuan itu telah mengelak bahwa dirinya memakan daging sapi.

“Mereka menuduh kami memakan daging sapi oleh karena itu kami diperkosa. Mereka bahkan mengancam akan membunuh kami dan keluarga jika kami menceritakan kejadian yang sebenarnya,” ujar perempuan tersebut kepada BBC, Senin (12/9/2016).

Komunitas Muslim di Mewat mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Meski telah terjadi dua pekan lalu, insiden tersebut baru terungkap ke publik. Ketua Komunitas Islam Mewat, Ramzan Chaudhary, kaget karena insiden tersebut pertama kali terjadi di Negara Bagian Haryan.

Pihak lain berpendapat serangan tersebut bertujuan untuk memecah belah umat Islam dan Hindu di Mewat. Anggota Perkumpulan Masyarakat Mewat, Abid Khan, mengatakan insiden tersebut tidak pernah terjadi sejak kemerdekaan India karena warga hidup berdampingan dalam damai. Ia yakin insiden tersebut ditujukan untuk memicu ketegangan antar agama.

Namun, partai yang menguasai Negara Bagian Haryana, Bharatiya Janata Party (BJP), menolak teori tersebut. “Ini bukan soal Hindu atau Muslim. Orang-orang yang bertanggung jawab dalam insiden ini harus dihukum, tidak peduli mereka anggota komunitas mana,” ujar Ketua BJP, Chaudhary Aurangzeb.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini