Demokrat: Capres Muncul Sekarang akan Rontok

Tri Kurniawan, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2013 09:11 WIB
Elite partai politik menunjukkan nomo urut peserta pemilu (foto: Dede)
Share :

JAKARTA - Beberapa partai politik sudah memamerkan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sejak sekarang. Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Wiranto, sedereta nama yang diusung partai politik masing-masing.

Tapi, tidak begitu dengan Partai Demokrat. Bahkan, partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sama sekali belum membicarakan soal nama capres. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, mengatakan, ini bagian dari strategi partainya untuk menang.

"Kita belum bicarakan capres. Kalau diomongin sekarang akan rontok. Sejarah mengajarkan presiden terpilih itu yang muncul belakangan," kata Mubarok, kepada Okezone, Rabu (20/2/2013).

Menurutnya, Partai Demokrat baru akan membicarakan capres pada medio 2013. Kendati demikian, bukan berarti Demokrat tidak memantau tokoh-tokoh yang berpotensi diusung. Setidaknya, ada 36 tokoh yang masuk radar Demokrat.

"Yang dilihat ada 36 nama, tapi kan tidak mesti disebut. Nanti yang muncul yang tidak disebut sekarang," ungkapnya.

Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas), Alfam Alfian, mengatakan, memunculkan nama sejak saat ini memang ada kelebihannya tapi juga ada kekurangannya. Nilai plus bagi capres yang muncul lebih dulu, maka potensi dikenal masyarakat akan lebih besar dibandingkan dengan sosok capres yang muncul di akhir.

"Masyarakat akan memberikan penilaian. Tokoh yang muncul di awal seperti Hatta, Prabowo dan Ical, rekam jejak mereka sudah dilihat publik," terangnya.

Kekurangan, peluang masyarakat untuk mengulik sisi negatif sang calon akan lebih panjang.

Sementara, risiko memunculkan tokoh yang akan diusung menjadi capres di akhir adalah belum tentu tokoh yang diusung akan langsung diapresiasi positif oleh masyarakat. Tapi, kemungkinan masyarakat mengetahui sisi negatif akan lebih sedikit karena rentang waktu sosialisasi dengan Pilpres 2014 sudah dekat.

"Kecuali tokoh itu memang sudah sangat kuat di mata masyarakat. Saya kira, pertengahan 2013 paling tidak sudah harus jelas siapa tokoh yang dimunculkan," terangnya.

Untuk Demokrat, dia menilai, memang masih ragu-ragu untuk mengeluarkan tokoh idaman untuk menjadi capres. Keraguan itu tak lepas dari konflik internal yang sedang mendera partai berlambang bintang mercy itu. "Kalau memunculkan capres sekarang kayanya tidak strategis," tambahnya.

SBY, menurutnya, memang lebih memilih strategi memunculkan nama capres di akhir. "Dia melihat perkembangan politik untuk mengeluarkan tokoh yang diusung," tegasnya.

(Tri Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya