JAKARTA - LSM yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) menuntut kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II, Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah segera diusut.
Mereka mendesak agar DPR berkomunikasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membentuk tim penyelidik independen.
Perwakilan KMS, sekaligus Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indrawati, mengatakan, tim penyelidik independen penting, mengingat sangat mendesaknya dilakukan penyelidikan yang dilakukan oleh tim independen agar tidak ada bias dalam penanganan kasus.
"Dengan demikian, maka kredibilitas hasil investigasi akan tinggi, karena dilakukan pihak-pihak yang independen," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan, secepatnya akan melakukan rapat pimpinan DPR terkait rekomendasi dari KMS. "Ini akan menjadi prioritas dalam rapat konsultasi dengan presiden. Nanti kita akan mengendorse presiden untuk apa yang teman-teman sudah sampaikan," jelas Pramono.
Politisi PDI Perjuangan ini meyakini, tidak ada persoalan yang bisa diselesaikan oleh dirinya sendiri, maka tim penyidik independen akan sangat penting. "Ini akan menjadi prioritas rapim dan agenda pertemuan dengan presiden dalam waktu dekat," sambungnya.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, pembentukan tim investigasi independen ini sangat diperlukan, karena masing-masing pihak sudah defensive.
"Proses yang bias tampaknya akan menjadi kenyataan. Ini harus diendorse di rapat pimpinan yang akan datang," tutup Eva.
(Rizka Diputra)