BEKASI - Dua pemuda jadi korban salah tangkap petugas Reskrim Polresta Bekasi Kota saat melakukan pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor, Rabu (10/4) kemarin.
Slamet (26) dan Aris (27) hampir saja masuk bui ketika petugas Tim Buser melakukan pengembangan kasus curanmor yang terjadi tadi siang, sekitar pukul 13.00, hari ini.
Saat itu petugas mendapati pelaku bernama Joko Dewo Setyo yang mengaku berusia 16 tahun yang tertangkap warga saat menjalankan aksi pencurian kendaraan bermotor di Jalan Hasibuan, Gang Katung RT 02/24, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Pengembangan petugas didapati setelah handphone pelaku terus bergetar saat pelaku diamankan petugas. "Kami kembangin dari keterangan pelaku nomor yang menghubungi adalah bosnya," kata salah satu anggota yang ikut ke TKP.
Setelah terus berkomunikasi di jalan dan hingga sampai di pertigaan Jalan RA Kartini petugas menangkap dua orang yang menghubungi ponsel milik pelaku. "Setelah ditangkap dan kami intograsi ternyata dia adalah pemilik handphone yang terus berbunyi ditangan pelaku," ujarnya.
Diakui oleh AKP Dubbel Manalu, Wakasat Reskrim Polresta Bekasi Kota yang ikut dalam pengembangan itu juga mengakui dua orang yang ditangkap adalah korban pencurian telefon genggam yang dilakukan pelaku sebelum tertangkap mencuri motor. "Kami sudah memeriksa dan benar handphone tipe Cross yang dipegang pelaku adalah miliknya," katanya.
Sementara itu, Slamet (26) korban salah tangkap mengaku, handphone miliknya hilang saat dirinya dan teman-temannya sedang istirahat makan siang. "Tadi saya memang melihat orang mencurigakan di dekat kontrakan di Kampung Poncol dan saya diingetin handphone yang saat dicharge di dalam kontrakan untuk diperiksa," kata karyawan warung sate dihadapan petugas.
Dirinya kemudian mencoba menelefon ponsel yang hilang miliknya dan ternyata masih aktif. Harapannya agar handphone-nya bisa kembali. "Saya bingung handphone hilang tapi nomor masih aktif makanya saya hubungin terus dan tidak tahu ternyata dia sudah diamankan polisi," ungkapnya.
Akhirnya, dari aksi salah tangkap ini Slamet dan Aris malah dijadikan korban aksi pencurian pelaku untuk selanjutnya diperiksa dan dibuatkan BAP kasus pencurian handphone.
(Rizka Diputra)