FBI Rekonstruksi Bom yang Meledak di Boston

Fajar Nugraha, Jurnalis
Rabu 17 April 2013 08:22 WIB
Korban ledakan bom Boston (Foto: CNN)
Share :

BOSTON - Pihak penyelidik federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan, mereka akan mencoba untuk merekonstruksi bom yang meledak di lomba lari maraton, Senin 15 April waktu AS. FBI juga meminta bantuan warga untuk mencari tahu siapa yang meletakan bom tersebut.

"Bom tersebut dibuat dari sebuah panci presto dan disembunyikan dalam sebuah tas ransel," ujar pihak FBI, seperti dikutip CNN, Rabu (17/4/2013).

Sementara petugas FBI mengumumkan pihaknya menemukan fragmen seperti seperti kuku, potongan kain nilon berwarna hitam. Diperkirakan kain tersebut berasal dari sebuah tas ransel. Semua barang bukti itu tengah diselidiki di laboratorium untuk dianilisi secara menyeluruh.

Agen khusus FBI Rick DesLauriers meminta warga untuk melaporkan siapapun yang pernah mengutarakan untuk melakukan serangan yang menewaskan tiga jiwa itu. DesLauriers juga mendorong warga untuk melaporkan suara ledakan di wilayah terpencil. Bisa jadi, seseorang tengah melakukan uji coba bom sebelum kejadian tersebut.

"Seseorang tahu siapa yang melakukan (serangan) ini. Kerja sama dari warga akan memegang peranan penting dalam penyelidikan," tutur DesLauriers.

Pemerintah AS sebelumnya telah memperingatkan mengenai penggunaan panci presto yang berpotensi sebagai bom. Di duga, panci yang dijadikan bom ini diisi dengan bahan peledak disertai pecahan-pecahan yang bisa melukai korbannya. Pada bom ini, diperkirakan diledakan menggunakan pemicu waktu.

Dari bagian panci yang ditemukan, diperkirakan bisa diisi dengan enam liter benda cair. Sementara pihak berwenang menemukan bagian sirkuit listrik yang diduga digunakan untuk memicu bom.

Pemerintah AS menyebut pengeboman ini sebagai sebuah serangan teroris. Tetapi mereka belum mengetahui siapa pelaku di balik serangan bom yang merusak pelaksanaan lomba lari maraton Boston tersebut.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya