BOSTON - Ketua penyelidik FBI Richard DesLauriers mengatakan, dua pelaku pengeboman Boston yang fotonya baru saja diliris dianggap berbahaya. Selain itu, DesLauriers mencurigai kedua tersangka pelaku itu memiliki senjata lengkap.
"Kedua pelaku ini sepertinya sangat berbahaya dan bersenjata lengkap. Warga tidak seharusnya mengambil tindakan untuk menahan mereka. Setiap informasi yang ada harus diserahkan kepada petugas berwenang," ujar DesLauriers, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/4/2013).
Selain FBI, pihak Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS juga meminta turut berperan mengidentifikasi tersangka.
"Saya tidak akan mengkarakteristik mereka sebagai tersangka dalam istilah teknis. Tetapi kami membutuhkan peran serta warga untuk melacak keberadaan mereka," tutur Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano.
"Penyelidikan yang berlangsung saat ini terus menunjukkan peningkatan. Ini bukan salah satu episode 'NCIS' (drama televisi ternama AS). Kadang, penyelidik membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data demi mengidentifikasi pelaku," lanjutnya.
Ledakan di lomba lari maraton Boston menewaskan tiga orang warga, termasuk seorang bocah berusia delapan tahun. Dua ledakan ini, juga menyebabkan sekira 183 warga lainnya terluka.
Presiden Barack Obama mengunjungi Boston untuk memberikan penghormatan kepada keluarga korban. Obama pun terus mendukung warga Boston usai ledakan yang terjadi pada Senin 15 April lalu.
(Fajar Nugraha)