BOSTON – Pelaku bom Boston Dzhokhar Tsarnaev kemungkinan dapat terhindar dari hukuman mati. Tsarnaev akan mendapat hukuman ringan jika dapat membuktikan dia melakukan aksinya dalam pengaruh sang kakak, Tamerlan.
“Pengacara Dzhokhar kemungkinan akan menyalahkan pengaruh Tamerlan terhadap Dzhokhar. Tamerlan terlihat seperti sosok yang keras dan kita tahu bagaimana seorang kakak mempengaruhi adiknya,” ujar seorang pengacara Amerika Serikat (AS) Harvey Silvergate, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (25/4/2013).
Dalam kesaksian yang diberikannya, Dzhokhar memang menyalahkan Tamerlan atas serangan bom Boston. Dzhokhar menyebut kakaknya itu sebagai otak dibalik serangan itu.
Dzhokhar juga bisa mendapat keringanan jika dia mau bekerja sama penuh dengan petugas. Usianya yang baru 19 tahun juga dapat menjadi pertimbangan hakim.
“Dia baru saja beranjak dewasa. Dia belum dapat memikirkan secara masak konsekuensi dari tindakannya,” terang ahli hukum dari Universitas North Carolina Tamar Brickhead.
Dzhorkhaev akan dibela oleh pengacara bernama Miriam Conrad dalam persidangan nanti. Brickhead berpendapat, Conrad adalah sosok yang tepat untuk membela Dzhokhar.
“Dzhokhar akan mendapat pembelaan yang sangat baik dari Conrad,” pungkas Brickhead.