JAKARTA - Tim Datasemen Khusus 88 Mabes Polri menggerebek terduga teroris di empat wilayah berbeda, yakni Bandung, Kendal, Batang, dan Ciputat. Dari empat tempat itu Densus mengamankan 11 terduga teroris.
Menurut Pengamat Teroris, Al Chaidar, anggota kelompok teroris yang berhasil disergap merupakan dua kelompok yang berbeda, yakni kelompok Abu Umar dan kelompok Hisbah.
"Kelihatannya ini ada dua kelompok," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (9/5/2013). Dugaan Chaidar ini dilihat dari lokasi dan kerja mereka membuat bom persis dengan dua kelompok tersebut. "Ciri-ciri daerah kota terpencil yang daerahnya semi urban," tuturnya.
Menurut Chaidar, dua kelompok teroris ini kini memang bergabung dengan kelompok Tambora.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menuturkan, pihak Densus 88 telah menyergap 11 orang terduga teroris di lokasi berbeda. Dengan rincian empat meninggal dunia. Tiga di Cigondewah dan satu di Jateng, dan tujuh orang dinyatakan masih hidup.
Barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara Cigondewah, Densus 88 menemukan tiga pucuk senjata genggam. Terdiri dari dua revolver dan satu jenis pistol FN merk Burning.
Selain itu ada bom pipa yang sudah meledak dua, empat ditemukan dalam keadaan utuh dan diamankan oleh petugas dari penjinak bom.
Timur menambahkan, penyergapan yang dilakukan Densus 88 terhadap terduga teroris di Cigondewah, Kabupaten Bandung ada kaitannya dengan rangkaian dari kasus-kasus sebelumnya. Seperti kasus Poso, Makassar, Solo, Depok, dan Tambora Jakarta Barat.
(Dede Suryana)