Kisruh Pemilu, Posisi PM Najib Razak Terancam

Wahyu Dwi Anggoro, Jurnalis
Jum'at 10 Mei 2013 19:06 WIB
Najib Razak (Foto: ANU)
Share :

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kini berada dalam posisi terjepit. Dia tidak hanya diserang oleh kubu oposisi, namun juga oleh rekannya di pemerintahan.
 
Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim meminta pendukungnya turun ke jalan untuk memprotes hasil pemilu 5 Mei lalu. Anwar menuduh kubu penguasa melakukan banyak kecurangan dalam pemilu itu.
 
Aksi protes direncanakan digelar Rabu 15 Mei menadatang. Aksi itu diperkirakan akan didatangi oleh 100 ribu orang.
 
“Jika pihak oposisi bisa membuktikan kecurangan kubu penguasa, legitimasi Najib akan dipertanyakan,” ujar pengamat politik Malaysia Ibrahim Suffian, seperti dikutip AFP, Jumat (10/5/2013).
 
Tekanan tidak hanya diterima Najib dari pihak oposisi. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad juga ikut mengkritik Najib. Mahathir kecewa dengan hasil yang didapatkan kubu penguasa dalam pemilu kemarin. Dia pun tidak menutup kemungkinan Najib bisa diturunkan dari posisi Perdana Menteri.
 
“Orang-orang akan mempertanyakan kemampuannya (Najib), Dia mungkin saja dijatuhkan seperti Abdullah (Badawi),” pungkas Mahathir.
 
Abdullah adalah perdana menteri pendahulu Najib. Dia diturunkan dari posisinya setelah kubu penguasa menerima hasil buruk dalam pemilu 2008 lalu.
 
Najib sebenarnya mendapatkan hasil pemilu yang lebih buruk daripada Abdullah. Saat itu Abdullah berhasil meraih 140 kursi dari 222 kursi yang diperebutkan. Sedangkan Najib hanya bisa mendapat 133 kursi.
 
“Rezim penguasa akan jatuh jika Najib diturunkan. Anwar sudah menunggu untuk melakukan serangan politik,” ujar pengamat politik Malaysia lainnya, Mustafa Ishak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya