Balas Dendam, Budaya Tradisional Warga Sinai

Aulia Akbar, Jurnalis
Senin 24 Juni 2013 10:05 WIB
Foto : Dubes Mesir untuk RI Bahaa Dessouki (Achmad Aris/Okezone)
Share :

JAKARTA - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki menjelaskan kondisi keamanan di Semenanjung Sinai yang dinilai cukup rawan. Menurutnya, situasi itu diwarnai oleh kesalahan masa lalu dan budaya warga Sinai.

Saat ditemui Okezone di kantor Kedubes Mesir Jakarta, Jumat (21/6/2013), Dessouki menjelaskan bagaimana kebudayaan keras warga Sinai yang cukup unik. Meski demikian, hal itu justru dimanfaatkan polisi Mesir dengan buruk.

Bagaimana pendapat Anda mengenai eskalasi ketegangan di Sinai?

Saya sempat bekerja di Sinai, dan koordinasi Palestina, Gaza, dan perbatasan Rafah di Kementerian Luar Negeri. Sinai adalah salah satu wilayah yang penting di Mesir. Ada kesalahan dari polisi kami (di masa lalu) yang berdampak buruk terhadap situasi di Sinai.

Apa kesalahan dari pihak kepolisian Mesir di era Husni Mubarak?

Kultur lokal itu lantas dimanfaatkan oleh polisi-polisi Mesir di era pemerintahan Husni Mubarak untuk menangkap tersangka (dari warga Sinai) yang melarikan diri dari kejaran mereka. Anggota keluarga tersangka kerap disiksa oleh polisi dan hal itu akan memaksa tersangka mendatangi kantor polisi.

Misalnya, saya ingin menangkap Anda dan saya tidak bisa menemukan Anda. Saya tangkap ibu dan adik perempuan Anda. Bila adik perempuan atau ibu saya ditangkap, saya harus membunuh penculik itu.

Pada dasarnya, apa masalah utama di Sinai selain masalah kebudayaan itu?

Masalah utama yang terjadi di Sinai pada dasarnya adalah masalah pembangunan. Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang diabaikan oleh pemerintah selama nyaris 30 tahun. Warga di wilayah itu menjadi warga terbelakang. Pembangunan juga menjadi suatu hal yang langka di Sinai.

Pemerintah Mesir kini mencoba untuk memperbaiki keadaan di Sinai. Mereka pun mulai menggagas proyek-proyek pembangunan dan menjadikan Sinai lebih baik. Mereka juga mulai memanfaatkan wilayah selatan Sinai sebagai situs wisata.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya