JAKARTA - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki mengutarakan kekecewaan negaranya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam menangani krisis di negaranya. Dessouki mengatakan, pada awalnya Assad sudah berjanji untuk melakukan perubahan namun dia tidak merealisasikan hal itu.
Dessouki mengingatkan kembali sikap Pemerintah Mesir dalam menanggapi krisis Suriah yang sudah menewaskan banyak orang. Berikut wawancaranya dengan Okezone di kantor Kedubes Mesir, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Bagaimana posisi Mesir terhadap krisis Suriah saat ini?
Suriah adalah salah satu negara yang penting bagi Mesir. Kami peduli dengan apa yang terjadi di Suriah dan sejak dulu kami sudah menyarankan Assad untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
Assad harus melakukan perubahan di pemerintahannya dengan cara meningkatkan partisipasi warga dalam proses politik, melakuan reformasi dan lainnya.
Awalnya dia mengatakan, 'ya saya akan melakukan itu,' tapi kenyataannya dia tidak merealisasikan ucapannya. Warga Suriah langsung memprotes hal itu.
Apa tanggapan Anda mengenai sikap Assad?
Kami tidak bisa menerima cara Assad bertindak terhadap warganya sendiri. Dia menggunakan kekerasan, ini tidak bijaksana. Kami dan Liga Arab sepakat untuk tidak mengakui rezim Assad. Kami mengakui koalisi oposisi, kami juga mulai mengakui mereka sebagai representasi tunggal bagi seluruh rakyat Suriah.
Apa saja yang sudah dilakukan Mesir untuki Suriah, dan apa harapan Anda untuk negara tersebut?
Kami sudah menutup kantor Kedubes Mesir di Suriah dan memulangkan diplomat-diplomat Suriah yang dulu berdinas di Kairo. Ini merupakan bentuk protes Mesir atas Suriah
Kami berpendapat, Assad harus mundur dari jabatannya. Oposisi juga harus segera membentuk pemerintahan transisi dan berkoalisi.
(Aulia Akbar)