Obama Serahkan Bukti Baru Suriah Gunakan Senjata Kimia

Fajar Nugraha, Jurnalis
Jum'at 30 Agustus 2013 11:53 WIB
Barack Obama dan Bashar al Assad (Foto: IJReview)
Share :

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memberikan bukti baru mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah. Bukti baru itu diserahkan kepada pihak Kongres AS sebagai pelicin rencana serangan ke Suriah.

Bukti baru yang diserahkan tersebut diajukan oleh Menteri Pertahanan Chuck Hagel, Menteri Luar Negeri John Kery, Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice dan beberapa pejabat tinggi lainnya di Pemerintahan Obama. Bukti itu dipaparkan melalui telekonferensi kepada anggota Kongres AS dari kubu Partai Demokrat dan Partai Republik.

Sebelumnya, pemerintahan Obama berulangkali menegaskan bahwa penggunaan senjata kimia oleh Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memang terjadi. Serangan senjata kimia itu menewaskan ribuan warga sipil Suriah pekan lalu.

Pada pemaparan bukti tersebut selama 90 menit ini, beberapa anggota Kongres mengaku terkesan dengan bukti baru yang diserahkan. Mereka juga menilai bukti ini amat meyakinkan untuk dilanjutkan pada tindakan militer di Suriah.

Tetapi banyak dari anggota Kongres lainnya, baik itu dari kubu Demokrat atau Republik, yang tidak terlalu tersentuh dengan bukti tersebut.

Salah satu yang menyatakan keberatannya adalah Ketua Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS Carl Levin. Levin yang biasanya menjadi pendukung kuat dari Obama, menyarankan agar Gedung Putih menunggu kerja tim inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memeriksa lokasi yang diduga diserang senjata kimia.

"Gedung Putih harus mendapatkan dukungan penuh dari dunia internasional untuk melakukan intervensi di Suriah," ujar Levin, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/8/2013).

Namun dukungan itu pada kenyataannya dikhawatirkan melemah, mengingat Inggris baru saja memastikan tidak akan turut serta dalam serangan itu. Parlemen Inggris secara resmi menolak keterlibatan negaranya, setelah melakukan dengar pendapat dengan Perdana Menteri David Cameron.

Tetapi Menteri Pertahanan Inggris Phillip Hammond merasa yakin, tidak ikut serta Inggris dalam serangan ini, tak akan mengubah rencana penyerangan yang sudah diatur.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya